Sabtu, 08 November 2014

EDISI SUNYI


TRAGEDI KESUNYIAN

Aku ingin berteduh ditelapak kakimu
Sejak dunia pisahkan air kehidupan
Kegelisahan selalu menimangku
Berlari telusuri semak belukar berbadan busuk
Aku tenggelam pada ratapan penyesalan
Memangku beban kemandirian

Aku mencoba memutar asa di ujung telunjuk
Lampiaskan terjal menggerutu reranting lentik
Penuh buah menguning
Sejenak ku menatap kabar masa lalu
Hingga alirkan sungai tanpa sumbera
Menggenangkan air lembah wajahku

Aku baca sebuah nisan yang tertancap tak bernama
Diselimuti oleh dinding lumut membiru
Disitulah terundang tragedi kesunyian 
Ditemani rembulan mengintai jalanku tersiung-siung

Beraji, maret 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar