(5)
Tak kurasa derai air mata
akibat jerit jiwa dihempaskan oleh kerinduan, Subhanallah Tabarokallah Maha
suci Allah. Indah sekali wajahnya, indah sekali kerudungnya, indah sekali
senyumnya, indah sekali kepribadiannya, indah sekali tutur katanya , semua ini
telah terpaku dalam hati membuat kenangan yang teka mungkin terhapus oleh masa.
(6)
Kasih saat aku rapuh merentang
kaku, tiada yang mampu mengatup sendu selain suaramu yang merayu-rayu, aduhai
suara yang lembut mengalun syahdu diantara kegelisahan,menggubah suasana sunyi
menjadi geli, lantaran pendar kerinduan mengakibatkan jerit jiwa.
(7)
Kasih taukah kau? sebelas menit
yang lalu kapal masih merapat di dermaga, sebela menit yang aku masih merasakan udara sejuk
kangean, sebelas menit yang lalu jiwaku masih bimbang untuk melangkahkan kaki
dari pulau tercintaku kangean, sebelas menit yang lalu aku pasrahkan
kebimbangan jiwa ini untuk mengarungi keletihan badai haruku, sebelas menit yang
lalu akupun mengakhiri pembicaraan jiwaku dengan sebait do’a menaiki kendaraan
air.
(8)
Ketauhilah inilah perjalananku
menunggangi hasrat yang terlunta-lunta dalam kehawatiran, tak ada jalan yang
terang melebihi pertemuanku , rembulan mengarat di ambang kegaduhan , kaukah
payung dikala hujanku,kaukah rembulan dikala malamku, kaukah tangis dikala
sedihku, kaukah tawa dikala gembiraku. Atau semua ini hanya hayal yang
bersemayam dalam sadarku, hari ini adalah hari pertemuanku dengan perpisahan,
hari ini adlah hari perpisahanku dengan pertemuan, akankah engkau merindu jika aku tinggalkan,
akankah engkau datang jika aku merindukan.
(9)
Dihari yang bahgia ini karena
kicau syahdu yang bersarang dalam jiwa kini sudah menetas akibat gaduh tabuhan
beduk dan lantunan takbir diiringi dengan jingkrak orang-orang kemajid, tiada
yang cemberut, tiada yang mengerut, semua mengumbar senyum untukbermaaf-maafan,
maka dihari yang penuh kegembiraan ini izinkanlah aku hamburkan kata-kat yang
berisi maaf atas segala dosa dan khilaf.
(10)
Setes kesturi yang pernah
engkau tebarkan, kinni aromanya muali tercibir oleh kegelisahan yang tak
menentu,sementara hati enggan menerima hal itu, akupun tak bisa mengukir
kembali dawai kelana indah perjumpaanku denganmu, khawatir kebinasaan merenggut
kesetiaanku padamu, aku bersumpah kalau saja engkau mau aku persunting dan aku
pinang dengan cinta yang menggebu-gebu di dasar jiwa ini, alangkah pendar semua
kerisauan, alangkah musnah semua kegelisaha yang terus membuntutiku.
(11)
Alangkah indah alunan lagu yang
dinyanyikan oleh burung-burung laksana aluna lagu yang dinyanyikan oleh jiwaku
semenjak aku mengenalmu dan mulai ada ruang khusus dibalik hatiku, yang
menyiapkan tempat berlabuh cintamu hingga aku bangga memiliki tamu seistimewa
dirimue kasih dan bilik khusus itu sudah aku taburi kembang agar menyeruakkan
aroma disetiap hembusan nafas.
(12)
Laksana letupan syahdu
bersarang pada jiwa menitikkan sekeping harmoni dawai cinta menjerat ruang dan
waktu yang terkapar pada lumbung hati nan sejahtera karena syahadat cinta ini tak
perlu kulukis pada tangkai dan perjalananku menelusuri kepiluan, wahai dunia
yang telah menitipkan perhiasan di dalam hati hingga kebahagiaan ini tak
terbayar sekalipun dengan segunung mutia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar