tak ada ibadah yang lebih menyegarkan batin selain mengingatNya disetiap tarikan dan hembusan nafas,,, tak ada ibadah yang lebih membahagiaakan selain disetiap ibadah dibarengi dengan keikhlasan.... tak ada ibadah yang lebih sempurna selain ibadah yang penuh dengan keilmuan dan kemakrifatan....
Jumat, 28 November 2014
KETUHANAN: HAKIKAT SYAHADAT DAN HAKIKAT SOLAT
KETUHANAN: HAKIKAT SYAHADAT DAN HAKIKAT SOLAT: أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله HAKIKAT SYAHADAT DAN HAKIKAT SOLAT Sesungguhnya sahad...
Kamis, 13 November 2014
Derai air mata
(5)
Tak kurasa derai air mata
akibat jerit jiwa dihempaskan oleh kerinduan, Subhanallah Tabarokallah Maha
suci Allah. Indah sekali wajahnya, indah sekali kerudungnya, indah sekali
senyumnya, indah sekali kepribadiannya, indah sekali tutur katanya , semua ini
telah terpaku dalam hati membuat kenangan yang teka mungkin terhapus oleh masa.
(6)
Kasih saat aku rapuh merentang
kaku, tiada yang mampu mengatup sendu selain suaramu yang merayu-rayu, aduhai
suara yang lembut mengalun syahdu diantara kegelisahan,menggubah suasana sunyi
menjadi geli, lantaran pendar kerinduan mengakibatkan jerit jiwa.
(7)
Kasih taukah kau? sebelas menit
yang lalu kapal masih merapat di dermaga, sebela menit yang aku masih merasakan udara sejuk
kangean, sebelas menit yang lalu jiwaku masih bimbang untuk melangkahkan kaki
dari pulau tercintaku kangean, sebelas menit yang lalu aku pasrahkan
kebimbangan jiwa ini untuk mengarungi keletihan badai haruku, sebelas menit yang
lalu akupun mengakhiri pembicaraan jiwaku dengan sebait do’a menaiki kendaraan
air.
(8)
Ketauhilah inilah perjalananku
menunggangi hasrat yang terlunta-lunta dalam kehawatiran, tak ada jalan yang
terang melebihi pertemuanku , rembulan mengarat di ambang kegaduhan , kaukah
payung dikala hujanku,kaukah rembulan dikala malamku, kaukah tangis dikala
sedihku, kaukah tawa dikala gembiraku. Atau semua ini hanya hayal yang
bersemayam dalam sadarku, hari ini adalah hari pertemuanku dengan perpisahan,
hari ini adlah hari perpisahanku dengan pertemuan, akankah engkau merindu jika aku tinggalkan,
akankah engkau datang jika aku merindukan.
(9)
Dihari yang bahgia ini karena
kicau syahdu yang bersarang dalam jiwa kini sudah menetas akibat gaduh tabuhan
beduk dan lantunan takbir diiringi dengan jingkrak orang-orang kemajid, tiada
yang cemberut, tiada yang mengerut, semua mengumbar senyum untukbermaaf-maafan,
maka dihari yang penuh kegembiraan ini izinkanlah aku hamburkan kata-kat yang
berisi maaf atas segala dosa dan khilaf.
(10)
Setes kesturi yang pernah
engkau tebarkan, kinni aromanya muali tercibir oleh kegelisahan yang tak
menentu,sementara hati enggan menerima hal itu, akupun tak bisa mengukir
kembali dawai kelana indah perjumpaanku denganmu, khawatir kebinasaan merenggut
kesetiaanku padamu, aku bersumpah kalau saja engkau mau aku persunting dan aku
pinang dengan cinta yang menggebu-gebu di dasar jiwa ini, alangkah pendar semua
kerisauan, alangkah musnah semua kegelisaha yang terus membuntutiku.
(11)
Alangkah indah alunan lagu yang
dinyanyikan oleh burung-burung laksana aluna lagu yang dinyanyikan oleh jiwaku
semenjak aku mengenalmu dan mulai ada ruang khusus dibalik hatiku, yang
menyiapkan tempat berlabuh cintamu hingga aku bangga memiliki tamu seistimewa
dirimue kasih dan bilik khusus itu sudah aku taburi kembang agar menyeruakkan
aroma disetiap hembusan nafas.
(12)
Laksana letupan syahdu
bersarang pada jiwa menitikkan sekeping harmoni dawai cinta menjerat ruang dan
waktu yang terkapar pada lumbung hati nan sejahtera karena syahadat cinta ini tak
perlu kulukis pada tangkai dan perjalananku menelusuri kepiluan, wahai dunia
yang telah menitipkan perhiasan di dalam hati hingga kebahagiaan ini tak
terbayar sekalipun dengan segunung mutia.
Essena ate
(1)
Kasih, jerit jiwa ini lantaran
rindu mengakibatkan gemuruh kegelisahan, passalnya tiada obat yang menjadi penawar selain pertemuan walau
sekejap mata, namun bilakah gerangan yang maha Kuasa mempertemukan kita dalam
satu buaian tangis pertemuan, sementara hati q sll cemburu dengan perkataan yang
tak terkendalikan oleh asmara.
(2)
Apakah kau belum tahu, rebana
kerinduan yang aku tabuh dengan iringan seruling syahdu, mengukir wajahmu bak
lembayung jingga, pagi tadi sebelum aku mengakhiri pengembaraan di alam
fantasi, apakah kau belum tahu, seringkali aku menyebut-nyebut namamu, apakah
kau belum tau, masih basah tinta yang aku lukiskan di hati ini, namun kau masih
belum saja melirik lukisan itu, apa perlu aku berteriak disetiap ada keramain
sekedar memberi tahu semua orang tentang perahu yang aku layarkan kedermagamu.
(3)
Sebentar
lagi kita akan berlabuh dan mengandaskan perahu di lautan idul adha, sangatlah
mungkin segala tingkahku, pembicaranku, maupun gerak-geriikku yang penuh dengan
duri kemarung, tentu melukai perasaanmu, hingga sebelum ajal menjemputku, dan
masih ada buih kesempatan yang terpatri dalam hidupku, sekalipun kita tak dapat
mengayunkan tangan, tak dapat memadukan wajah, namun tetap saja jiwaku
mengintip wajahmu dari kejauhan, dan dirimu aku titipkan kepada tuhan agar kau
selalu tetap dalam lindunganNya. Sebelum aku akhiri kata-kat ini idzinkanlah
aku tembangkan maaf kepadamu atas segala kesalahanku, maafkan aku cinta tak
dapat menemuimu.
(4)
Wahai perempuan yang paling aku
cintai, jika cintaku padamu membuatku sakit maka tidak akan aku mengobatinya
sebab dengan sakit itu aku bahagia, jika aku sakit sebab rindu padamu maka aku
tidak akan mengobatinya sebab dengan rindu aku selalu mengingatmu,jika aku
sakit sebab sayang kepadamu maka aku takkan mengobatinya sebab dengan sayang
kepadamu hatiku merasa tentram, karena ada yang menemani.
Sabtu, 08 November 2014
EDISI SUNYI
TRAGEDI KESUNYIAN
Aku ingin berteduh ditelapak kakimu
Sejak dunia pisahkan air kehidupan
Kegelisahan selalu menimangku
Berlari telusuri semak belukar berbadan busuk
Aku tenggelam pada ratapan penyesalan
Memangku beban kemandirian
Aku mencoba memutar asa di ujung telunjuk
Lampiaskan terjal menggerutu reranting lentik
Penuh buah menguning
Sejenak ku menatap kabar masa lalu
Hingga alirkan sungai tanpa sumbera
Menggenangkan air lembah wajahku
Aku baca sebuah nisan yang tertancap tak bernama
Diselimuti oleh dinding lumut membiru
Disitulah terundang tragedi kesunyian
Ditemani rembulan mengintai jalanku tersiung-siung
Beraji, maret 2010
rembulan hatiku

SEANDAINYA LUPA
Seandainya hari ini matahari lupa terbit
dan nanti malam rembulan lupan bersinar
maka hatiku takkan pernah lupa
mengingat namaMu, Ya Rob....
senadainya hari ini Angin lupa bertiup
dan air lupa mengalir
maka hatiku takkan pernah lupa
bertiup dan mengalirkan rasa Rindu kepadaMu Ya Rob
Allah Ya Rob Rembulan hatiku takkan pernah redup
sekalipun awan-awan uji dan cobaMu, terus mendekapku
sebab Tujuan hidupku adalah Untuk kembali kepadaMu.
Kafe Kaffah, 18, juni 2014
Langganan:
Komentar (Atom)

