Jumat, 28 November 2014

KETUHANAN: HAKIKAT SYAHADAT DAN HAKIKAT SOLAT

KETUHANAN: HAKIKAT SYAHADAT DAN HAKIKAT SOLAT: أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله HAKIKAT SYAHADAT DAN HAKIKAT SOLAT Sesungguhnya sahad...

Kamis, 13 November 2014

Derai air mata


(5) 
Tak kurasa derai air mata akibat jerit jiwa dihempaskan oleh kerinduan, Subhanallah Tabarokallah Maha suci Allah. Indah sekali wajahnya, indah sekali kerudungnya, indah sekali senyumnya, indah sekali kepribadiannya, indah sekali tutur katanya , semua ini telah terpaku dalam hati membuat kenangan yang teka mungkin terhapus oleh masa.

(6)

Kasih saat aku rapuh merentang kaku, tiada yang mampu mengatup sendu selain suaramu yang merayu-rayu, aduhai suara yang lembut mengalun syahdu diantara kegelisahan,menggubah suasana sunyi menjadi geli, lantaran pendar kerinduan mengakibatkan jerit jiwa.

(7)

Kasih taukah kau? sebelas menit yang lalu kapal masih merapat di dermaga, sebela  menit yang aku masih merasakan udara sejuk kangean, sebelas menit yang lalu jiwaku masih bimbang untuk melangkahkan kaki dari pulau tercintaku kangean, sebelas menit yang lalu aku pasrahkan kebimbangan jiwa ini untuk mengarungi keletihan badai haruku, sebelas menit yang lalu akupun mengakhiri pembicaraan jiwaku dengan sebait do’a menaiki kendaraan air.
  
(8)

Ketauhilah inilah perjalananku menunggangi hasrat yang terlunta-lunta dalam kehawatiran, tak ada jalan yang terang melebihi pertemuanku , rembulan mengarat di ambang kegaduhan , kaukah payung dikala hujanku,kaukah rembulan dikala malamku, kaukah tangis dikala sedihku, kaukah tawa dikala gembiraku. Atau semua ini hanya hayal yang bersemayam dalam sadarku, hari ini adalah hari pertemuanku dengan perpisahan, hari ini adlah hari perpisahanku dengan pertemuan,  akankah engkau merindu jika aku tinggalkan, akankah engkau datang jika aku merindukan.
(9)

Dihari yang bahgia ini karena kicau syahdu yang bersarang dalam jiwa kini sudah menetas akibat gaduh tabuhan beduk dan lantunan takbir diiringi dengan jingkrak orang-orang kemajid, tiada yang cemberut, tiada yang mengerut, semua mengumbar senyum untukbermaaf-maafan, maka dihari yang penuh kegembiraan ini izinkanlah aku hamburkan kata-kat yang berisi maaf atas segala dosa dan khilaf.
(10)

Setes kesturi yang pernah engkau tebarkan, kinni aromanya muali tercibir oleh kegelisahan yang tak menentu,sementara hati enggan menerima hal itu, akupun tak bisa mengukir kembali dawai kelana indah perjumpaanku denganmu, khawatir kebinasaan merenggut kesetiaanku padamu, aku bersumpah kalau saja engkau mau aku persunting dan aku pinang dengan cinta yang menggebu-gebu di dasar jiwa ini, alangkah pendar semua kerisauan, alangkah musnah semua kegelisaha yang terus membuntutiku.

(11)

Alangkah indah alunan lagu yang dinyanyikan oleh burung-burung laksana aluna lagu yang dinyanyikan oleh jiwaku semenjak aku mengenalmu dan mulai ada ruang khusus dibalik hatiku, yang menyiapkan tempat berlabuh cintamu hingga aku bangga memiliki tamu seistimewa dirimue kasih dan bilik khusus itu sudah aku taburi kembang agar menyeruakkan aroma disetiap hembusan nafas.
(12)

Laksana letupan syahdu bersarang pada jiwa menitikkan sekeping harmoni dawai cinta menjerat ruang dan waktu yang terkapar pada lumbung hati nan sejahtera karena syahadat cinta ini tak perlu kulukis pada tangkai dan perjalananku menelusuri kepiluan, wahai dunia yang telah menitipkan perhiasan di dalam hati hingga kebahagiaan ini tak terbayar sekalipun dengan segunung mutia.



Essena ate


(1)

Kasih, jerit jiwa ini lantaran rindu mengakibatkan gemuruh kegelisahan, passalnya tiada obat  yang menjadi penawar selain pertemuan walau sekejap mata, namun bilakah gerangan yang maha Kuasa mempertemukan kita dalam satu buaian tangis pertemuan, sementara hati q sll cemburu dengan perkataan yang tak terkendalikan oleh asmara. 
(2)

Apakah kau belum tahu, rebana kerinduan yang aku tabuh dengan iringan seruling syahdu, mengukir wajahmu bak lembayung jingga, pagi tadi sebelum aku mengakhiri pengembaraan di alam fantasi, apakah kau belum tahu, seringkali aku menyebut-nyebut namamu, apakah kau belum tau, masih basah tinta yang aku lukiskan di hati ini, namun kau masih belum saja melirik lukisan itu, apa perlu aku berteriak disetiap ada keramain sekedar memberi tahu semua orang tentang perahu yang aku layarkan kedermagamu.

(3)

Sebentar lagi kita akan berlabuh dan mengandaskan perahu di lautan idul adha, sangatlah mungkin segala tingkahku, pembicaranku, maupun gerak-geriikku yang penuh dengan duri kemarung, tentu melukai perasaanmu, hingga sebelum ajal menjemputku, dan masih ada buih kesempatan yang terpatri dalam hidupku, sekalipun kita tak dapat mengayunkan tangan, tak dapat memadukan wajah, namun tetap saja jiwaku mengintip wajahmu dari kejauhan, dan dirimu aku titipkan kepada tuhan agar kau selalu tetap dalam lindunganNya. Sebelum aku akhiri kata-kat ini idzinkanlah aku tembangkan maaf kepadamu atas segala kesalahanku, maafkan aku cinta tak dapat menemuimu.
(4)


Wahai perempuan yang paling aku cintai, jika cintaku padamu membuatku sakit maka tidak akan aku mengobatinya sebab dengan sakit itu aku bahagia, jika aku sakit sebab rindu padamu maka aku tidak akan mengobatinya sebab dengan rindu aku selalu mengingatmu,jika aku sakit sebab sayang kepadamu maka aku takkan mengobatinya sebab dengan sayang kepadamu hatiku merasa tentram, karena ada yang menemani.

Sabtu, 08 November 2014

EDISI SUNYI


TRAGEDI KESUNYIAN

Aku ingin berteduh ditelapak kakimu
Sejak dunia pisahkan air kehidupan
Kegelisahan selalu menimangku
Berlari telusuri semak belukar berbadan busuk
Aku tenggelam pada ratapan penyesalan
Memangku beban kemandirian

Aku mencoba memutar asa di ujung telunjuk
Lampiaskan terjal menggerutu reranting lentik
Penuh buah menguning
Sejenak ku menatap kabar masa lalu
Hingga alirkan sungai tanpa sumbera
Menggenangkan air lembah wajahku

Aku baca sebuah nisan yang tertancap tak bernama
Diselimuti oleh dinding lumut membiru
Disitulah terundang tragedi kesunyian 
Ditemani rembulan mengintai jalanku tersiung-siung

Beraji, maret 2010

rembulan hatiku



SEANDAINYA LUPA

Seandainya hari ini matahari lupa terbit
dan nanti malam rembulan lupan bersinar
maka hatiku takkan pernah lupa
mengingat namaMu, Ya Rob....

senadainya hari ini Angin lupa bertiup
dan air lupa mengalir
maka hatiku takkan pernah lupa
bertiup dan mengalirkan rasa Rindu kepadaMu Ya Rob

Allah Ya Rob Rembulan hatiku takkan pernah redup
sekalipun awan-awan uji dan cobaMu, terus mendekapku
sebab Tujuan hidupku adalah Untuk kembali kepadaMu.

Kafe Kaffah, 18, juni 2014

Jumat, 17 Oktober 2014

Kendali keIlahian

jangan terlalu menggelisahkan batin dengan hayalan-hayalan keduniaan
jika itu terjadi maka keimanan yang kita miliki akan pupus sepertiga,
dunia menjadi racun amal, hingga obatilah dengan zuhud
harta menjadi racun amal, hingga obatilah dengan waro'
perempuan adalah racun amal, hingga obatilah dengan pernikahan,

nafsu adalah raja penggoda, hingga obatailah dengan melatihnya,
dan tidak pernah membiarkannya selalu memangsa diri kita,
nafsu adalah siluman pemusnah, hingga obatilah dengan riyado
agar tak pernah terlepas dari kendali keilahian.